Friday, 3 June 2016

Merantau 2

Di kota ini, aku merasakan udara dingin
Bagai dirimu sendiri hadir disini
Bunyi seduhan kopi yang kunikmati setiap pagi
Bagai bisikanmu di telingaku
Yang menjauhkanku dari kenyataan
Aku mulai berhalusinasi
Dan membasuh mukaku berkali-kali
Aku telah lelah melihat
Yang bukan kamu adalah kamu
Merasakan sepi ini sebagai belaianmu yang terlupa dihembus waktu
Sayangnya rindu ini tak mengenal istirahat
Dan aku akan pulang
Untuk mengakhiri sedih yang kusuap sendiri

Merantau

Aku adalah puisi yang merantau
Dari dinding satu ke dinding yang lain
Terasa dingin dan jauh
Apa kabar kau hari ini?
Masihkah kau ingin aku menenggak pahit lukaku sendiri?
Ataukah kau bersedia membagi sepi ini bersama?
Runtuh aku di kediaman
Sejak tempat yang jauh ini
Mengasingkan aku dari mimpi-mimpi yang telah kau susun
Dan kau tak bisa bersahabat dengan jarak
Mungkin kali ini semesta ingin mematahkan hatiku
Untuk mendekatkanku pada kewarasan diriku sendiri