Wednesday, 30 January 2013

Bersamamu


Bersamamu, semua terasa sekejap
Bagaimana aku berharap waktu melambat,
tiap kau mendekap
Bahkan apa yang ingin kukatakan,
tak mampu sepenuhnya untuk terucap
Dan pada akhirnya,
kata-kataku terjebak diantara dua pasang mata yang saling menatap
Dan tersadari kita hanya mampu berharap
Biarkan di dadamu malam ini aku terlelap
Sekedar tuk menghangatkan tubuhku yang diguyur senyap

Tuesday, 29 January 2013

Pecandu malam

Dahulu aku adalah pecandu malam
Ditemani secangkir kopi dan lampu temaram
Dan pikiranku yang dulu berdebu
Kini adalah tempatmu bersemayam

Entah siapa yang saling mencari
Entah siapa yang saling menemukan
Namun kini,
Aku hanya butuh hatimu tuk tempatku berdiam

Teruntuk dirinya yang memisahkanku dengan kesendirian,
sanggupkah kau memulai suatu perjuangan?
Ini adalah sebuah perjalanan
Siapkan hati kita sebaik mungkin
Untuk tersakiti dan jatuh cinta lebih dari biasanya

Kamu

Sebuah cerita mengenai seorang wanita
Menaruh hatinya kepada seorang pria
Tanpa tersadari
Kemudian ia menaruh perasaannya pada secarik kertas
Berharap segala bebannya kan terlepas
(Seharusnya) Ia hanya punya kata-kata
Dimana kesepian dan penantian saling berebut ingin dituliskan
Namun kehadiran pria itu menjadikan semuanya tiada
Pikirannya berusaha keras mencoba
Namun ia kehilangan segala kata-kata
Ia tak tau bagaimana semesta mengijinkannya
Dan tangannya yang rapuh menyelesaikan tugasnya
Puisi yang menurut wanita itu paling indah di dunia
Dengan hanya satu kata
Kamu.

Pertanyaan

Bagaimana caramu memaknai pagi?
Dengan rasa syukur karena malam tlah terlewati?
Atau dengan ketakutan mengenai hari ini?

Malam hanya memisahkan kita sementara, sayang
Dan matahari seharian adalah teman
Sementara, ketakutanmu adalah tanyaku
Sebab tiap jalan yang kau pilih
Ikut menentukan jalanku
Sebab tiap pilihan yang kau ambil
Ikut menentukan pilihanku

Lalu bagaimana caramu mencintai pagi?
Dengan sebuah pesan singkatku yang membangunkanmu?
Atau dengan ketakutanmu yang pergi sementara?

Masih banyak hal yang tak kita ketahui, sayang
Dan doa untukmu yang kupanjatan dengan caraku
Semoga sanggup tuk meredakan

Monday, 28 January 2013

Selamat tidur

Kantuk pelan-pelan ditelan gelap
Mengiringi lelahmu tuk terlelap
Tapi kamu dipikiranku tak mau diam
Seakan-akan tak takut terbentur malam

Sayang, dadaku ini adalah ruang redup
Lalu kehadiranmu adalah cahaya
Hatiku tak lagi tersandung tanpa arah, kini
Dan cahayamu kan menjadi api yang kan menghangatkanku, nanti

Baiklah kau memejamkan mata dan berhenti
Maka disitu kan kau temukan aku lagi
Karena apalagi yang kau cari
Ketika hatiku terjatuh padamu meski tanpa perlu gaya gravitasi

Dan aku

Aku sedang belajar bersabar
Untuk seseorang yang membuatku tersadar
Bahwa dengannya seharian terasa sebentar
Bahwa dengannya kuharap waktu berhenti berputar

Aku sedang membayangkannya kini
Diantara dinginnya dinding kamar
Menghujamkan rinduku di langit-langit
Mengembunkan namanya di kaca jendela

Aku sedang menyusun cara
Agar mataku segera terpejam
Dan seketika dapat kulihat senyumnya
Yang ia ciptakan khusus untukku

Pria itu

Kepada pria yang selalu kunikmati senyumnya
Dipikiranku aku menenggelamkan namanya
Mengapungkan harapanku didadanya
Menikmati dunia dengan perspektif berbeda

Mewarnai hari-hariku dengan senyumnya
Mengobrak-abrik hatiku dengan keajaibannya
Dan tiap hari-hariku dengannya ada di hidupku
Adalah sebuah makna

Lalu kami berada dalam frekuensi yang sama
Bersepakat tinggal bersama dalam suatu dimensi
Yang hanya aku dan dia
Yang bisa memasukinya
Yang mereka bilang itu.. cinta