Kantuk pelan-pelan ditelan gelap
Mengiringi lelahmu tuk terlelap
Tapi kamu dipikiranku tak mau diam
Seakan-akan tak takut terbentur malam
Sayang, dadaku ini adalah ruang redup
Lalu kehadiranmu adalah cahaya
Hatiku tak lagi tersandung tanpa arah, kini
Dan cahayamu kan menjadi api yang kan menghangatkanku, nanti
Baiklah kau memejamkan mata dan berhenti
Maka disitu kan kau temukan aku lagi
Karena apalagi yang kau cari
Ketika hatiku terjatuh padamu meski tanpa perlu gaya gravitasi
No comments:
Post a Comment